Rabu, 20 Maret 2013

Naskah 70% :D

Draf naskah imagination 2 “whithout title”
tema : drama kolosal
tokoh : wanita utama.pria utama
setting : rumah,bandara
alur : campuran

“benarkah kau mencintaiku ?” tanya sang wanita
“ ya benar  “
“karena apa kau mencintaiku ?”
“karna kau adalah tulang rusukku “




2 tahun telah berjalan, hingga kini pernikahan mereka belum dikarunia seorang buah hati
sang wanita terlalu sering berada  diluar rumah untuk menyelesaikan pekerjaannya
sedangkan sang pria belum mendapatkan pekerjaan tetap

“kau tak pernah perhatikan aku” kata sang pria tiba-tiba
“maaf aku sibuk” jawab sang wanita
“kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu hingga tak pernah kau perhatikan aku, istri macam apa dirimu, berbangga hatikah dirimu karna kamulah yang menjadi kepala rumah tangga saat ini, dan karena aku tak mampu untuk melaksanakan kewajibanku, maka kau tak pernah perhatikan aku” tukas sang pria
“aku tak bermaksut seperti itu, maaf jika kau berfikir seperti itu, aku hanya mempertahankan perekonomian keluarga kita”
“oh, jadi kau anggap aku tak mampu untuk menafkahi dirimu?, ternyata aku salah, kau bukanlah tulang rusukku, kau adalah wanita yang salah” tukas sang pria

Merasa sakit hati karena perkataan terakhir dari sang suami sang wanita pun lantas beranjak masuk kedalam kamar dan mengemasi semua barang- barang miliknya
“baiklah, jika aku adalah wanita yang salah, dan aku bukanlah tulang rusukmu, seperti yang kau katakan tadi, maka aku tak akan tinggal, aku akan pergi, aku tak mau menyakiti kamu,” sambil menangis terisak lalu pergi meninggalkan sang suami sendiri
“silahkan, akan aku buktikan aku mampu hidup tanpamu!” tangkas laki-laki itu


terimakasih cinta,
telah berikan aku kenangan indah yang tiada terkira,
namun kasih, jika aku disisimu hanya membuatmu sakit,
aku akan memilih pergi, karna mungkin dengan kepergianku kau akan mendapatkan kebahagiaanmu,
dan kebahagiannmu lah yang terpenting untukku,
jauh dalam hatiku aku sagat mencintaimu,
batin sang wanita sembari berlari pergi


 
Setelah pedebatan tersebut mereka hidup terpisah
namun tak satupun dari mereka menemukan cinta yang lainnya
cinta mereka abadi hanya untuk mereka
namun emosi yang telah kalahkan semuanya
dan sekarang mereka berdua menyesal 


sekarang aku ketakutan, aku takut kehilangan engkau kasih,maafkan aku kasihku, aku tlah menyakitimu lebih dari yang aku kirakasih kini aku menyesal, aku ingin kembali dalam pelukan hangatmu lagi,
kasihku mungkinkah aku kembali, kasih, aku sangat mencintaimu....
batin sang laki laki.


sebenarnya mudah untuk memulai hubungan mereka lagi
karena pada dasarnya mereka saling mencintai hingga detik ini
namun keegoisan antara mereka berdua menjadi penghalang
mereka berduan saling mengetahui, selama tiga tahun mereka berpisah, tak ada satupun antar mereka yang mengganti nomer ponsel
namun ego mereka mengalahkan kasih sayang yang ada.


Hingga suatu hari mereka dipertemukan kembali di bandara,
kikuk yang mereka rasakan,
“apa kabar ?” tanya sang laki-laki
“baik, kau sendiri bagaimana?“
Melihat kembali mantan istrinya, perasaan yang selama ini dipendam dan dikubur kuat-kuat perlahan memberontak keluar, menyeruak menghancurkan semua dinding dinding penghalang yang selama ini tercipta untuk menenangkan hatinya,mengobrak abrik rasa, mengalahkan emosi serta keegoisan, ya pada akhirnya kasih sayang dan cintalah yang menang.
“lumayan, jujur, aku merindukan tulang rusukku. Aku menyesal telah menyianyiakan dia di masalalu,mungkinkah aku dapat kembali bersamanya lagi sekarang?” Tanya laki laki itu
wanita itu faham akan apa yang dimaksut oleh mantan suaminya,perasaan yang dia tutup rapat rapat selama ini menelusup keluar menyusuri labirin labirin asumsi yang dia buat sendiri, membangkitkan persaan yang hangat dan sangat ia rindukan,perasaan ini, perasaan yang dulu indah, dan akan selalu indah takkan pernah pudar.

 Sang wanita lantas menjawab “tunggulah tulang rusukmu kembali,dan semuanya akan dimulai dengan lembaran baru”
“benarkah?”
“iya”
“baiklah akan aku tunggu dia”
“aku pergi dulu,3 minggu lagi kita akan bertemu”
“berhati hatilah,”
“terima kasih”

Mereka berpisah dengan perasaan masing masing, perasaan yang sukar untuk dijelaskan, indah perasaan ini mampu membuat mereka tersenyum sendiri, manis, teringat semua kenangan mereka bersama


teringat kejadian suatu malam,
 
“lihat itu ada bintang” kata sang laki”
“malam ini mendung mana mungkin ada bintang”
“kemarilah lihatlah” sang laki-laki menarik tangan sang wanita dituntunya menuju balkon rumah mereka.
“lihatlah itu, sangat indah bintang itu” kata sang laki laki
sang wanita menatap langit diatasnya dengan seksama, namun tak satupun dia melihat bintang
“mana?, tak ada bintang dilangit, sekarang langit mendung mana mungkin ada bintang”
“kenapa harus mencarinya di langit? Jika bintang itu sekarang berada di sebelahku” ujar sang laki laki
“bintang yang lebih indah dari semua bintang yang ada di jagat raya”, sembari menarik dan memeluk sang wanita dari belakang, berbisik lembut ditelinga sang wanita, " aku sangat mencintaimu, amat sangat."


Mengingat kejadian itu pipi sang wanita tanpa terasa merona dengan sendirinya
berangan angan akankah semua itu terulang kembali, dan berharap setelah ini mereka tak akan terpisah lagi

Walaupun langit pada malam itu
Bermandikan cahaya bintang
Bulanpun bersinar betapa indahya
Namun menambah kepedihan oh
Ku akan pergi meninggalkan dirimu

 
Lagu itu mengalun menemani langkah sang laki laki
“aku berharap dapat selalu bersamanya, takkan aku siasakan lagi dia, aku takkan membuatnya menangis lagi, dan takkan ku buat dia pergi untuk kedua kalinya
sudah cukup kita berpisah, setelah ini kita akan bersama, untuk selamanya” batin laki laki itu


Selamat tinggal kasih
Sampai kita jumpa lagi
Aku pergi takkan lama
Hanya sekejap saja
Ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti …………………..

 
Perasaan yang selama ini dipaksa untuk mati, begitu tumbuh langsung serta merta di cabut, terasa sedikit hangat tanpa peduli lantas di bekukan, begitu terkenang indahnya, tanpa difikirkan semuanya dihapuskan, perasaan yang di pangakas tanpa perasaan itu terlalu kuat selalu muncul selalu tumbuh dan tetap terasa hangat, namun apa yang mereka upayakan untuk hilang, untuk pergi, untuk mati, terlalu kuat, terlalu indah, terlalu manis untuk dilupakan, perasaan itu menang, ya perasaan  itu menang.
“kabar berita terkini , telah terjadi kecelaan pada pesawat Garuda Indonesia pada rute tujuan Banjarmasin yang lepas landas sore hari ini “ terdengar suara televise yang sengaja dihidupkan laki laki itu, seketika itu wajahnya berubah menjadi pucat
“Banjarmasin, sore ini, astaughfirullah, bukankah itu pesawat yang didunakan oleh dia” ujar laki laki itu seorang diri

“kecelakaan tersebut terjadi dikarenakan petir yang menyambar dan mengenai radar mesin pesawat, pesawat tersebut lantas meledak diketinggian 3000kaki”

“aku tak bisa terus menerus berdiam diri, aku harus memastikan bahwa dia tidak menggunakan pesawat naas tersebut” ujarnya lantas pergi ke bandara untuk memastikan bahwa berita itu salah
Keadaan dalam bandara sangat kacau banyak keluarga yang ingin memastikan anggota keluarganya selamat atau tidak, namun semua itu hanyalah kamuflase dan asumsi untuk diri mereka masing masaing karna pada dasarnya mereka tau bahwa takkan ada yang selamat jika pesawat tersebut meledak.
“saya mewakili pihak maskapai, mengucapkan bela sungkawa atas apa yang terjadi, dan kami pihak maskapai akan menanggung ganti rugi dan asuransi untuk semua penumpang” ujar kepala bandara
“kami pihak keluarga tidak membutuhkan ganti rugi asuransi tersebut, kami semua hanya ingin mengetahui keadaan keluarga kami”
“saya mohon maaf , namun tidak adayang selamat satu orang pun dalam kecelakaan naas tersebut, untuk mengetahui siapa siapa saja yang menggunakan penerbangan naas tersebut, silahkan menuju ruang informasi disana telah tertera daftar nama penumpang pesawat naas tersebut “

Tanpa berfikir sekali lagi laki laki tersebut langsung berlari menuju ruang informasi, disana dia mencari satu demi satu dalam daftar nama yang disediakan,
“ ya allah, dia ada disana, dia disana, allah kenapa semua ini terjadi” batin laiki laki tersebut

Lima belas tahun berlalu,
namun kenangan kenangan itu masih sangat hangat didihati dan fikirannya
ditatapnya album foto yang dia pegang
disana terlukis indah senyum manis yang dulu adalah miliknya hanya ditujukan kepadanya
Manis terbalut gaun putih panjang dengan jilbab yang membingkai wajahnya dengan senyum manis merekah menambah ayu parasnya, tangan kanannya memegang bucket bunga mawar merah yang dikelilingi mawar putih, di jari manisnya telah terlingkar sebuah gelang kecil yang manis bertahtakan mata rubi merah yang mempesona dan terlihat anggun di dipakainya, kenangan indah yang cukup menyakitkan jika teringat Bagaimana mereka terpisah,hanya karna keegoisan semata, kepercayaan yang memudar dan emosi yang bagaikan lahar, menghacurkan apa apa saja yang terlewat olehnya, kasih sayangnya luntur terkena abrasi, cintanya lenyap tersapu lahar panas yang membara, kenangan kenangan indahnya tertutup awan buram, yang dia rasa hanya sakit, namun lihat sekarang, baru dia sadari, dia telah kehilangan satu bagian dari tubuhnya, “Tulang Rusuknya” menangispun telah percuma takkan mengembalikan seseorang yang sangat dicintainya dan disadarinya setelah dia pergi, yang terasa sekarang hanya perih, lara, duka, percuma saja merana takkan memutar kembalikan waktu,
Andai saja dulu dia dapat  sedikit lebih bersabar, mengerti, menerima dan percaya, mungkin akan lain akhirnya.

Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan
aku merindu tak kumiliki
Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat
bagi jiwaku untuk berteduh dan bersandar
Untuk apa dikelilingi putri-putri raja,
bila cinta yang telah ku rasakan
telah memenjarakan hatiku,
dan telah membutakan mataku atas segala keindahanmu

Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi
dan penghias mimpi malamku
Engkaulah wujud aura pesona jiwa disetiap senyumku
jikalau matahari tak terbit,
cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya.
Bila rembulan enggan datang dimalam hari
kelembutanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu

Dalam setiap lamunan aku meyakinkan diri
bahwa  engkaulah kekasih yang kudamba
yang menghadirkan senyum kebahagiaan dalam hatiku,
menanggalkan kesedihan yang selalu membayang,
menjadi cahaya kehidupan serta pelipur lara bagi jiwaku.
Begitupun saat purnama beradu
dan airmataku terjatuh karena merindu
itulah tanda cintaku padamu

Duhai kekasihku,
Disaat jiwa kita merasa malu-malu menggapai cinta,
lidah terasa kelu dan tiada kata yang terucap dari bibir,
disitulah cinta memandang dari kedalaman jiwa,
dan disaat kita saling menatap,
maka sabda jiwa kita tak mampu menyembunyikan cinta dari hati.

Rasa dimana kita tak dapat membedakan lagi
antara siang dan malam,
seolah kita berada dalam taman surgawi
yang terbebas dari ruang dan waktu yang kelam…
Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta...
Dunia ada karena cinta....
cinta adalah pembebas dari segala belenggu...
dan jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru
bagi kehidupan yang lain.
aku yakin semilir angin akan mengabarkan
dan membisikkan semua ini kepadamu
yang menceritakan segala hal tentangmu dan tentangku


Membaca lagi puisi yang dia berikan untuk permaisuri hantinya dahulu,

kasih, mungkinkah kau masih dapat mendengarnya jika aku membacakannya sekali lagi untukmu,
kasih, akankah aku dapat bersamamu lagi disana, seperti janji kita kemarin ?
kasih, maafkan semua ego ku,
kasih, kembalilah kedalam pelukanku, dan aku takkan pernah melepaskanmu lagi
tak akan pernah, aku berjanji…..

memikirkan hal itu membuatnya semakin terluka, menyadari bahwa takkan mungkin mereka bersatu, walau hanya mimpi,
menangis, air mata yang dia bendung akhirnya terjatuh, tak kuat hatinya untuk terus menahan rasa bersalah, kecewa.



Allah, aku telah melukainya,
Sampaikan maafku untuknya,
Jaga dia untukku alla,
Aku mencintainya…..